Resume Materi Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025

 


   Pada hari pertama PKKMB UNUSA 2025/2026, Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menyampaikan sambutan dengan menekankan perjalanan sejarah dan prestasi universitas serta peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang membawa rahmat bagi semesta. Sejalan dengan tema PKKMB yaitu PERFECT (Professional, Entrepreneur, Rahmatan lil alamin, Focus, Empowering, Creative, Talented) dan seirama dengan semangat “Empowering with VISION: VALUES-Driven Innovation for A Sustainable Future”, beliau mengingatkan pentingnya karakter, moralitas, dan integritas dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus mengajak mahasiswa untuk berani menolak perilaku menyimpang, percaya diri menghadapi kesulitan, mencintai apa yang dikerjakan, serta terus haus akan ilmu demi menjadi generasi yang inovatif, berdaya, dan berkontribusi untuk masa depan yang berkelanjutan.

Materi Pertama disampaikan oleh Bapak Yudi Latif, Ma., Ph,D yang merupakan ketua pusat studi islam dan kenegaraan indonesia. Seperti yang disampaikan Bapak Yudi, Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran di berbagai sendi kehidupan yang cukup mengkhawatirkan, sehingga diperlukan konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, serta kemajemukan keindonesiaan. Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam Pancasila sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan hukum, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang mengutamakan persatuan, serta Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menegaskan kesatuan dalam keberagaman. Dalam rangka memperkuatnya, pembinaan kesadaran bela negara perlu dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara, latihan bela negara untuk meningkatkan kemampuan, serta kampanye bela negara untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat. Tujuan bela negara sendiri adalah melindungi negara dari ancaman yang membahayakan kedaulatan, mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kesadaran kolektif, serta meningkatkan ketahanan nasional dengan memperkuat kemampuan warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pada sesi literasi keuangan dalam PKKMB UNUSA 2025, Erri Sandi Yudistira dari Bank Mandiri menjelaskan bahwa mahasiswa harus mulai belajar mengelola uang sejak dini karena kemudahan finansial seperti PayLater, kartu kredit, dan pinjaman dapat menjadi jebakan bila tidak digunakan secara bijak. Ia menekankan bahwa inflasi membuat menabung saja tidak cukup, sehingga perlu adanya perencanaan keuangan yang jelas dengan menyisihkan penghasilan untuk empat pos utama, yaitu 25% dana darurat, 45% kebutuhan sehari-hari, 10% tabungan, dan 20% untuk investasi atau bisnis. Melalui contoh nyata orang yang gagal mengelola keuangan meskipun memiliki banyak uang serta kisah sederhana tukang becak yang bisa berangkat haji karena disiplin menabung, mahasiswa diajak memahami pentingnya perencanaan, disiplin, diversifikasi investasi, dan menghindari utang konsumtif. Beliau juga mengingatkan bahwa aset terbesar setiap orang adalah dirinya sendiri, sehingga langkah kecil dalam mengatur keuangan sejak sekarang akan menjadi modal besar untuk masa depan yang lebih sejahtera.

Pada sesi keempat PKKMB UNUSA 2025, Dr. Pulung Siswantoro, SKM., dosen Universitas Airlangga sekaligus konsultan perubahan perilaku dan stand-up komedian nasional, membawakan materi bertema “Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik” dengan gaya inspiratif dan komunikatif. Beliau menekankan pentingnya pola pikir kritis dan kreatif melalui contoh-contoh sederhana, mulai dari cara masyarakat Filipina memaknai musim panas sebagai sesuatu yang menyenangkan, inovasi semangka kotak di Jepang, hingga munculnya layanan transportasi online dan produk-produk lokal seperti obat herbal maupun air mineral kemasan. Dr. Pulung menegaskan bahwa orang kreatif adalah mereka yang tidak cepat puas, selalu mempertanyakan hal sederhana, mampu melihat peluang, serta berani menuliskan ide agar tidak hilang begitu saja. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penikmat perubahan, tetapi juga pencipta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan berpikir kritis dan kreatif, setiap tantangan bisa diubah menjadi peluang yang membuka jalan menuju kesuksesan.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nomolitera: Inovasi Digital UNUSA untuk Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon