Resume Materi Hari Kedua PKKMB UNUSA 2025

 Resume Hari Kedua PKKMB Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya


Ahli IT Indonesia
Tema:
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai revolusi besar yang akan mengubah cara hidup manusia, di mana pekerjaan yang bersifat rutin, hafalan, dan mekanis akan banyak tergantikan oleh mesin, sementara yang tidak bisa digantikan adalah kreativitas serta rasa kemanusiaan atau empati. Berdasarkan kuadran AI menurut Kai-Fu Lee, pekerjaan yang tidak membutuhkan kreativitas maupun empati akan otomatis hilang, sedangkan pekerjaan yang membutuhkan salah satunya masih dapat bertahan melalui kolaborasi dengan AI, dan yang membutuhkan keduanya justru menjadi paling aman serta menjanjikan. Oleh karena itu, mahasiswa UNUSA harus mempersiapkan diri dengan tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu mengarahkan dan memanfaatkannya sesuai nilai-nilai NU yang rahmatan lil ‘alamin, sehingga teknologi benar-benar membawa maslahat. Mahasiswa perlu mengasah kreativitas, berpikir strategis, kemampuan problem solving, serta menumbuhkan empati dan akhlak mulia agar dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dan berperan dalam memimpin perubahan di era digital.


   Materi dari Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki integritas dan sikap anti korupsi karena korupsi merupakan salah satu masalah terbesar yang merusak sendi kehidupan bangsa. Berdasarkan data KPK, tahun 2004–2023 tercatat lebih dari 1.600 kasus korupsi ditangani, dengan kerugian negara mencapai Rp 233 triliun dan suap menjadi bentuk korupsi tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya dilakukan di level pusat, tetapi juga merata di daerah, melibatkan birokrat, politisi, hingga sektor swasta. Prof. Haryono menekankan bahwa akar korupsi tidak hanya pada kesempatan, tetapi juga lemahnya integritas pribadi, sehingga pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dari hal kecil seperti mencontek, titip absen, atau memanipulasi data. Oleh karena itu, mahasiswa UNUSA diingatkan untuk tidak hanya mengejar IPK, tetapi juga membangun karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, serta menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada Allah dan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak orang pintar, tetapi yang kurang adalah orang pintar yang berintegritas, sehingga generasi muda harus menjadi pionir dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat.

   Materi dari Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. menekankan pentingnya penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) bagi mahasiswa sebagai bekal mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penerapan K3L memiliki tujuan utama: mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, melindungi lingkungan dari pencemaran, serta membentuk budaya aman dan sehat di kampus maupun kehidupan sehari-hari. Prinsip utamanya adalah “mencegah lebih baik daripada menanggulangi”, sehingga mahasiswa wajib awas terhadap potensi bahaya fisik, kimia, biologi, mekanik, dan psikososial. Data menunjukkan bahwa di Indonesia kasus kecelakaan mahasiswa kerap terjadi, mulai dari kebakaran kos akibat kelalaian, tersengat listrik, hingga kecelakaan lalu lintas. Faktor penyebab umumnya adalah manusia (lalai, tergesa-gesa, tidak disiplin), kendaraan yang tidak layak, serta kondisi jalan dan cuaca. Karena itu, mahasiswa perlu menjaga kesehatan tubuh, mengikuti SOP laboratorium dan keselamatan kampus, memanfaatkan APAR dan jalur evakuasi, serta berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Strategi yang ditekankan adalah melalui pendidikan, pelatihan, digitalisasi, dan budaya keselamatan, termasuk menerapkan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di kos maupun laboratorium. Selain itu, mahasiswa UNUSA diingatkan untuk menjaga gaya hidup sehat, menghindari rokok, narkoba, minuman keras, kekerasan, serta pergaulan bebas. Dengan disiplin K3L, mahasiswa dapat lulus tepat waktu, berprestasi, aktif berorganisasi, bahkan berwirausaha tanpa kehilangan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas.

Lihat juga blog teman saya : Rendra sukma fandana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Materi Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025

Nomolitera: Inovasi Digital UNUSA untuk Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon